Langsung ke konten utama

Berkawan dengan Ikhwan (Part 1)


Assalamualaikum Wr. Wb.


Apa kabar ikhwan ? semoga senantia kita selalu dalam lindunganNya dan bertebaranlah dimana kita bisa berkontribusi.

Ikhwan ataupun saudara dalam Iman itu kedudukannya lebih tinggi daripada keluarga kita. Kata Hasan Al Basri "ikhwan-ikhwan yang kami temukan di dalam iman kita, ketika kita ketemu di dalam amal sholeh dan ibadah kedudukan mereka lebih mahal daripada keluarga-keluarga kami. Karena sesungguhnya ikhwan itu selalu mengingatkan kami tentang akhirat, selalu mengingatkan kami tentang ibadah, adapun keluarga kami selalu mengingatkan kami tentang dunia dan seisinya." makanya bersyukur ketika kita dipertemukan dalam ikatan iman dan selalu dipersaudarakan dalam persuadaraan yang baik dan mulia.

Yuuk berevaluasi diri dengan sebaik-baiknya, jika hubungan dengan orang lain minimal dengan keluarga sendiri belum baik. Maka perbaiki itu, karena nilainya disisi Allah SWT jauh berbeda dan cek kembali hubungan kita dengan keluarga besar ataupun orang lain, ketika ditemukan hubungan yg kurang baik segeralah diperbaiki. Mungkin dengan kita memperbaiki hubung tersebut boleh jadi itulah yang dapat meringankan aktivitas kehidupan-kehidupan kita sehari-hari.

Berkawan dengan ikhwan berarti kita bisa saling dekat bahkan menjadi saudara. Saudara yang akan mengubah keadaan yang lebih baik ialah hadirnya sifat persaudaraan diantara umat islam, seperti Aus dan Khazraj pernah dipersaudarakan. Aus dan Khazraj punya permusuhan yang sangat dalam selama 120 tahun, tapi dengan hadirnya Al-Quran bisa menyatukan mereka. Sifat yang sangat buruk bisa dipersatukan dengan kalimat yang luar biasa (Quran).

Hadirnya kebaikan dan persaudaraan itu datangannya dari tali Allah SWT yang teraktualisasikan dalam nilai Al-Quran dan Sunnah Rasul SAW.

Singkirkan hal-hal yang dapat menghadikan perselisihan diantara kita, kalau ada perbedaan kita duduk bersama, kalau tidak sepakat juga tidak jadi masalah. ada pelajaran dari Imam Syafi'i; Ketika berbeda pendapat dengan kawannya genggamlah tangannya, dan sampaikan "kita bisa berbeda pada pandangan ini, tapi perbedaan ini tidak mengharuskan kita kemudian untuk saling bermusuhan atau terputus tali persaudaraan, kita bisa jadi sanak saudara sekalipun pandangan kita berbeda." lalu beliau genggam tangannya dan berjalan bersama, bahkan belajar bersama.

Komentar